Hakim hanya memvonis denda, Satpol PP Sleman kecewa

Jum’at kemarin, 15 November 2019, bertempat di PN Sleman telah dilangsungkan sidang Tipiring atas pelanggaran Perda Kabupaten Sleman Nomor  8 Tahun 2019 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman Oplosan.

Sidang jum’at  pagi itu merupakan tindak lanjut dari operasi Miras Illegal yang dilaksanakan SatPol PP Sleman pada Tgl: 8, 11, dan 12 November 2019.

Berdasar hasil penyidikan di TKP, oleh Penyidik Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman saat melaksanakan operasi miras,  ada 5 tersangka yang diajukan ke Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Sleman oleh pagi ini.

Pasal yang didakwakan adalah Pasal 37 Ayat (1) jo. Pasal 24, yang intinya bahwa setiap orang, setiap perusahaan, penjual atau pengecer minuman beralkohol  wajib memiliki izin. Bagi yang melanggar, diancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan, dan/atau pidana denda  paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Berdasarkan tiga alat bukti yang sah yakni Keterangan Saksi, Petunjuk dan Keterangan Terdakwa, serta ditunjang/dikuatkan dengan barang bukti berupa minuman beralkohol, Hakim PN Sleman menyatakan bahwa para  Terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan telah bersalah karena melakukan penjualan minuman beralkohol tanpa izin.

Atas kesalahannya tersebut, terdakwa didenda masing-masing berupa:

1. Penanggung jawab SKL Eatery Bar & Coffee Alamat: Tegal Rejo, Sariharjo, Ngaglik didenda Rp. 7.500.000,- , subsider 1 (satu) bulan kurungan dan biaya perkara  Rp. 2.000,00 (dua ribu rupiah).  Hakim juga memutuskan BB Miras yang disita Sat Pol PP Sleman sejumlah 283 botol miras gol A, B, dan gol C agar dikembalikan karena sudah ada itikad baik Terdakwa untuk memproses pengurusan perizinan.

2. Penanggung jawab SpRkn Kitchen & Bar Alamat: Jalan Magelang No. 43 KM 5,8, Kutu Tegal, Sinduadi, Kec. Mlati didenda Rp. 7.500.000,- , subsider 1 (satu) bulan kurungan dan biaya perkara  Rp. 2.000,00 (dua ribu rupiah). Hakim juga memutuskan BB Miras yang disita Sat Pol PP Sleman sejumlah 276 botol miras gol A, B, dan gol C agar dikembalikan karena sudah ada itikad baik dalam proses pengurusan perizinan.

3. OLVn Cafe & Bar Alamat: Jl. Perumnas No.9, Kledokan, Caturtunggal, Kec. Depok. Olivin didenda Rp. 2.000.000,- (Dua juta rupiah) subsider 1 (satu) bulan kurungan dan biaya perkara  Rp. 2.000,00 (dua ribu rupiah). dan Hakim memutuskan BB disita untuk dimusnahkan. Terdakwa dslam kasus ink telah berksli-kali melakukan pelanggaran.

4. Gn Ngopi Alamat: Gang Asem No. 5 Prujakan Sinduharjo Ngaglik didenda Rp. 200,000,- (Dua ratus ribu rupiah),  subsider 3 hari kurungan dan BB disita untuk dimusnahkan.

5. Warung Sate Jakal didenda Rp. 250.000,-  subsider 3 hari kurungan dan BB disita untuk dimusnahkan.

Menanggapi vonis hakim pada sidang Jum’at pagi kemarin, Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Sleman Dedi Widianto mengaku sangat kecewa;

“Kami amat sangat kecewa, tapi tetap menghormati kewenangan Hskim untuk  memutus perkara. “

“Kami sadar bahwa upaya membuat jera para pelaku belum dapat dikatakan berhasil secara maksimal, sehingga strategi kami atas dasar kewenangan masih berupa upaya mengurangi jumlah barang/miras yg  beredar.”

“Kalau pelanggarannya terbukti, pelaku dijatuhi sanksi, namun barang bukti harus dikembalikan, tentu jadi tidak sesuai dengan tujuan Perda dan tujuan mengurangi jumlah barang beredar yg akan berdampak terhadap  jumlah konsumsi, terutama konsumsi miras oleh mereka yg dilarang oleh undang-undang!!, demikian Dedi menegaskan.””

Terpisah, Kepala Satpol PP, Drs Hery Sutopo, MM berharap semoga hal ini tidak membuat patah hati dan patah semangat Korp Penegak Perda dalam usaha menanggulangi miras illegal.  Motto atau jargon Satpol PP adalah “Praja Wibawa” yang artinya Pemerintahan yang berwibawa harus dikembalikan kepada tujuan dasar atau khitahnya, yaitu bagaimana Satpol PP sesuai tugas pokok dan fungsinya dapat terus konsisten dalam menjaga citra dan wibawa Pemerintah Daerah dimana motto atau jargon ini tidak hanya menjadi sekedar kata-kata hiasan tanpa makna, tetapi harus terus ditanamkan di hati dan jiwa setiap anggota Satpol PP dan diimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas operasional di lapangan.


“Meskipun kami  menerima putusan hakim, namun kami berharap agar setiap pelaku usaha melengkapi kegiatan usahanya dengan perizinan sesuai aturan. Jangan jual miras sebelum ada izin, karna tetap akan kami tindak.”

“Ke depan kami berharap semua pihak berada dalam komitmen (pemberantasan miras, red) yang sama, imbuh Kasat Pol PP!!” (SQ/Ops).

Tanggapan dan layanan aduan dapat melalui kolom surat warga, silahkan mengisi form yang telah disediakan atau melaui aplikasi Lapor Sleman >> https://lapor.slemankab.go.id/