Warga Masih Takut Dikenai Biaya untuk Panggil Pemadam

Artikel Damkar Corner

Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman selalu berusaha merespon setiap musibah kebakaran, begitu pula jika ada permintaan pertolongan lainnya terkait evakuasi dan penyelamatan, mulai dari evakuasi sarang tawon, evakuasi ular masuk rumah, kucing tercebur sumur dan bahkan proses pelepasan cincin yang mengunci di jari. Dalam pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran Petugas Damkar Sleman berupaya terjun ke lokasi kejadian dalam waktu maksimal 15 menit  setelah menerima laporan kebakaran.

Namun, keterlambatan dalam penyampaian laporan kepada petugas terkadang masih sering terjadi hingga membuat penanganan kebakaran sedikit terlambat, apalagi jika laporan yang diberikan tidak lengkap mengenai titik lokasi tepat kejadian kebakaran. Belum semua warga memahami bagaimana caranya melapor ke Petugas Pemadam Kebakaran.

 

Bahkan ternyata, ada kesalahan persepsi sehingga warga ragu untuk segera melaporkan setiap terjadinya kebakaran kepada petugas. Sebagian warga mengira harus membayar sejumlah uang jika meminta tolong kepada Petugas Damkar.

 

Ada yang mengira bahwa meminta tolong petugas pemadam kebakaran itu harus membayar sejumlah uang. Ini fakta di lapangan. Belum lama ini, begitu kami selesai memadamkan api, ada yang berniat memberi uang kepada petugas. Itu jelas kami tolak karena memadamkan kebakaran sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami tanpa dipungut bayaran. Peristiwa itu pernah beberapa kali terjadi,” papar petugas Pemadam  Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman. Fakta di lapangan itu, kata Petugas Damkar, membuktikan warga belum sepenuhnya mengetahui bahwa meminta tolong untuk memadamkan kebakaran itu gratis.