PENGETAHUAN DASAR, MEDIA PEMADAM API BERBASISKAN AIR

Air adalah satu komponen penting dalam sebuah sistem pemadam kebakaran. Oleh karena itu, pengetahuan tentang perilaku dan karakteristik dari air tersebut, serta pengetahuan yang memadai pula tentang sarana perlengkapan peralatan lain yang berhubungan dengan terwujudnya ketersediaan air sebagai bagian utama pada konfigurasi sistem pemadam kebakaran penting untuk dipelajari dan dimiliki  bagi yang mempunyai profesi di bidang keselamatan kebakaran.

Air merupakan media yang paling tepat dipergunakan sebagai Media Pemadam Api, karena efektivitasnya, mudah dalam penyimpanan, mudah dalam penyediaannya, dan dapat diperoleh dengan biaya relatif rendah.    Meskipun air tidaklah selalu efektif dipergunakan untuk setiap kondisi dan jenis kebakaran, air adalah pilihan satu-satunya yang dapat dan bisa diandalkan untuk memadamkan kebakaran yang berskala besar dan luas, dibandingkan kemampuan dan efektivitas dari media pemadam api yang lain.

Baik melalui penyelidikan, percobaan, maupun melalui hasil evaluasi dari setiap kejadian kebakaran, diketahui bahwa air sangatlah efektif sebagai pemadam api, atau setidaknya sebagai penghambat pertumbuhan dan penjalaran api untuk tidak menjadi lebih luas.     

Rumus terjadinya api secara sederhana yang diberlakukan sejak dulu adalah :

Panas yang melampaui titik nyala, + Oksigen + Material yang bisa terbakar = menjadi nyala api + Produk Pembakaran

Dengan mempergunakan rumus diatas, dapat pula disimpulkan bahwa pengendalian kebakaran dapat dilakukan dengan menghilangkan salah satu dari komponen dasar yang membentuk timbulnya sebuah proses pembakaran.  Menghilangkan Sumber Panas, atau memisahkan, menghilangkan material yang bisa terbakar, maupun menghilangkan kadar Oksigen disekitar area yang terbakar,  akan dapat menghentikan proses pembakaran, sehingga dapat memadamkan api kebakaran itu sendiri.

Mengapa air begitu dapat diandalkan sebagai media pemadaman? . Air adalah media pemadam api yang efisien karena bekerja memadamkan api dalam 2(dua) Cara, yaitu :

  1.  Melalui proses pendinginan.   Air dapat membantu menghilangkan sumber panas dari material yang terbakar.  Mengubah air dari temperature semula ( +/- 32°F ) sehingga menjadi uap ( > 100 °C ) akan memerlukan kalori panas sebanyak 1190 BTU ( british thermal unit/ Satuan Panas Britania ) untuk setiap 1 pound air ( setara 454 gram air ),  sehingga pada kondisi tertentu, penurunan panas yang terus berlangsung secara kontinyu pada akhirnya menyebabkan temperatur material maupun area disekitarnya akan berada dibawah titik nyala. Sehingga Api akan dapat dipadamkan
  2. Melalui proses pemutusan rantai kimia dari proses pembakaran.    Volume Air akan berlipat sebanyak +/- 1700 kali dari volume semula, ketika berubah menjadi uap.  1 m³air, akan menjadi 1700 m³ uap ketika temperaturnya > 100°C.   Pencampuran udara dengan uap mengakibatkan terjadinya perpindahan dari beberapa molekul oksigen kepada molekul-molekul uap air.   Ini secara efektif mengurangi jumlah kadar oksigen yang tersedia untuk proses pembakaran, sehingga kondisi ini cenderung akan memadamkan api.

Air yang dipergunakan sebagai media pemadam api pada pompa yang bersifat mobile, atau sementara seperti pada penggunaan pompa pemadam kebakaran portable maupun mobil pemadam kebakaran, kebersihan air tidaklah menjadi sebuah kendala.  Begitu pula pada penggunaan Air Laut pada jenis pompa tertentu, yang hanya ditoleransi pada penggunaan sistem kering ( Dry System ). Pada operasional sistem pemadam kebakaran tertentu, media air ini dapat pula dicampur dengan media pemadam api, seperti berbagai jenis dan type dari Foam Liquid.

Jumlah atau Volume ketersediaan Media Air sebagai Pemadam Api ini, ditentukan oleh berapa banyak jumlah kebutuhan kepadatan curah air ( water density ) dari masing-masing peralatan, yang akan bekerja secara optimal, dalam kurun waktu yang ditentukan.