Heboh, Ular Kobra Masuk SD di Sleman, Petugas Damkar Turun Tangan

Kamis, 17/03/2022 seekor ular kobra  tiba-tiba saja berada di halaman perpustakaan SD Negeri Keceme 1. Ular sepanjang kurang lebih 30 centimeter itu membuat warga sekolah ketakutan.
Kegiatan belajar mengajar pun menjadi buyar dan terfokus pada ular cobra. Meski terlihat takut, guru dan siswa tampak ramai ingin melihat sosok ular cobra hitam itu.

Petugas Pemadam kebakaran satuan Polisi pamong Praja Kabupaten Sleman langsung tiba di lokasi tak lama setelah dihubungi. Setibanya di sekolah, petugas langsung mengevakuasi ular cobra tersebut agar tak membahayakan warga sekolah.

Petugas Damkar sempat kewalahan mencari keberadaan ular kobra tersebut, setelah beberapa lama tidak menemukan hasil, Petugas damkar memutuskan membongkar pot bunga dari ban bekas yang ditanam dalam lantai halaman sekolah dimana terakhir ular tersebut terlihat. Setelah dilakukan pembongkaran, usaha dari Petugas membuahkan hasil. Seekor anakan ular kobra berhasil diamankan. Salah seorang guru wanita di sekoah tersebut sangat antusias ingin mengabadikan momen tersebut. ” aduh pak ularnya lucu banget” ungkapnya.

Mendengar hal tersebut, Petugas Damkar segera memberikan edukasi bahwa anakan ular kobra jauh lebih berbahaya. Potensi bahaya bayi ular kobra diungkap oleh Anggota Taman Belajar Ular (Tabu) Indonesia. 

Anggota Taman Belajar Ular (Tabu) Indonesia, Ligar Sonagar Risjoni alias Igor, mengatakan, bisa yang dikeluarkan anak ular kobra atau biasa disebut baby kobra lebih berbahaya dibandingkan induknya.

Menurut Igor, baby kobra belum bisa mengontrol dirinya untuk mempertahankan diri saat menghadapi ancaman. Seorang baby kobra biasanya merasa terancam saat seseorang menginjaknya atau menangkapnya dengan paksaan.

“Sejak kecil kan dia (bayi Kobra) sudah mempunyai bisa”

Baby kobra bisa menghabiskan stok bisanya yang ada dalam tubuh karena dia belum bisa mengontrol dan lebih agresif,” kata Igor,

Kalau kobra dewasa mendapat mengeluarkan 60 miligram si anaknya dapat mengeluarkan lebih dari 80-90 miligram ( bisa), kalau menyembur pun ke mana-mana.

Dia kan belum bisa mengontrol, lebih berbahaya tentunya,” ujar Igor.

Igor mengungkapkan, seekor ular kobra baru dapat mengontrol dirinya setelah berusia 6 bulan.

“(Usia) sekitar 6 bulan, ukurannya setengah meter, baru dia bisa mengontrol diri,” ungkap Igor.

Selain itu Petugas Damkar juga memberi edukasi untuk membersihkan area lingkungan sekolah dari tumpukan barang bekas, sampah dan semak-semak supaya tidak digunakan tempat bersembunyi ular.