Tips Mencegah Kebakaran di Rumah

Artikel Berita Damkar Corner

Korsleting listrik tak boleh diremehkan, dan ini merupakan penyebab tertinggi kasus kebakaran yang pernah terjadi.  Karena hubungan arus pendek listrik, sebuah rumah di Gowok,Depok, Sleman, terbakar dan membuat panik penghuninya. Kebakaran terjadi Selasa 8 juni 2021 sekira pukul 11 siang, saat kejadian rumah milik Bapak Dedi Hardianto tiba-tiba mati listrik, namun rumah lain dilingkungannya tidak mati. Setelah diperiksa ternyata ada kepulan asap  dari dalam rumah bagian atas karena plafon rumah telah terbakar. Kebakaran sempat membesar dan meluas namun dapat di padamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran bersama-sama dengan masyarakat.

Untuk menghindari kebakaran  di rumah simak tips berikut ini.

Staf Operasional dan Investigasi Bidang Pemadam Kebakaran  Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman  menyampaikan ada sejumlah cara untuk mencegah kebakaran. Cara pertama adalah menghindari penggunaan peralatan dengan beban kapasitas listrik yang berlebih.

Hindari penggunaan peralatan listrik yang melebihi beban kapasitas meter listrik,” kata Heru dalam pernyataannya, Kedua, hindari pemasangan instalasi listrik dengan terlalu banyak sambungan di rumah dengan isolasi yang apabila terkena panas listrik mudah memuai dan mengelupas dan usahakan menggunakan kabel isntalasi yang sesuai SNI. Ketiga, pada saat listrik padam, jangan letakkan lilin dekat dengan bahan yang mudah terbakar, seperti kasur, kayu, dan kain lebih baik diberi alas dari bahan yang tidak dapat terbakar.

“Keempat, hindari peralatan dan bahan yang mudah terbakar dari jangkauan anak-anak. Kelima, periksa secara berkala instalasi listrik di rumah. Apabila ada kabel rapuh, sambungan atau stop kontak yang aus atau tidak rapat, segera ganti dengan yang baru,” ujar Heru.

Keenam, periksa kondisi tungku masak, baik kompor minyak maupun gas, slang, tabung dan lain-lain. Kemudian segera ganti jika ada yang bocor.

“Ketujuh, tempatkan bahan-bahan yang mudah terbakar pada tempat khusus, tidak bercampur dengan bahan yang dapat menimbulkan reaksi kebakaran. Kedelapan, siapkan alat pemadam kebakaran, air, pasir, karung goni yang dibasahi  ataupun tabung Apar di lingkungan sekitar,” tutur Heru.

Menurut Heru, kebakaran merupakan bencana yang lebih sering disebabkan kelalaian manusia. Data pada 2017-2019 menunjukkan, Sebagian besar kebakaran terjadi di permukiman  dengan instalasi jaringan listrik yang tidak memenuhi standar keamanan. Tren kebakaran permukiman meningkat terkait dengan makin padatnya penduduk, cuaca makin kering, kemiskinan, terbatasnya hidran, kebakaran lahan karena membakar sampah dan sebagainya,” kata Heru.