• 26 November 2020 3:09 am

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman 55511 Telp. 0274-868506 Faks.0274-868506

SEMESTER I 2014, SATPOL PP SLEMAN SIDANGKAN 184 PELANGGAR PERDA

Anom K

ByAnom K

Jul 22, 2014

Selama 6 bulan pertama di 2014, Satpol PP Kabupaten Sleman telah mengDSC00386ajukan sebanyak 184 pelanggar Perda ke Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Jenis pelanggaran Perda tersebut meliputi  Perda No.7 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk (terkait dengan Kartu Tanda Penduduk/KTP) sebanyak 129 pelanggar. Perda No.12 Tahun 2001 tentang Izin Gangguan (HO) sebanyak 34 pelanggar, serta  Perda No.8 Tahun 2007 tentang Pelarangan Pengedaran Penjualan & Penggunaan Minuman Beralkohol  sebanyak 21 pelanggar yang merupakan penjual minuman beralkohol/miras.

Dalam Sidang, seluruh pelanggar dinyatakan bersalah oleh Hakim dan divonis denda berupa uang dan subsider pidana kurungan. Besarnya denda bervariasi, yang paling rendah sebesar Rp.14.000,00 (empat belas ribu rupiah) yakni untuk pelanggar kepemilikan KTP. Sedangkan denda paling tinggi sebesar Rp. 6.000.000,00 (enam juta rupiah) untuk salah seorang pelanggar Miras.

Menurut Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Sleman, Ig. Sunarto, S.H., M.Pd., mulai tahun 2014 ini jumlah dendanya memang lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, “Di tahun 2014 ini besarnya denda ada peningkatan yakni lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semoga ini bisa lebih  menimbulkan efek jera bagi para pelanggar sehingga tidak mengulangi pelanggaran yang dilakukannya”, demikian disampaikan Sunarto di ruang kerjanya Senin (21/7/2014).

Pelaksanaan Sidang bagi para pelanggar tidak hanya dilakukan di Gedung Pengadilan Negeri Sleman, melainkan juga dilakukan Sidang di Tempat misal saat Operasi KTP yang pelaksanaan Sidangnya  dilakukan di lokasi/tempat Operasi dengan menyiapkan Bis Sidang. Di samping Koordinator Pengawas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) dari Polres, pelaksanaan Sidang di Tempat juga melibatkan berbagai institusi lain yakni Pengadilan Negeri, Kejaksaaan Negeri, Kantor Catatan Sipil dan Polsek setempat.

Lebih lanjut Sunarto menambahkan bahwa Operasi Yustisi deDepok-20130416-01006ngan mengajukan pelanggar ke Sidang Pengadilan bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Upaya lain dengan Sosialisasi Perda serta melakukan Pembinaan secara rutin, terprogram dan berkelanjutan, “Jadi upaya yang kita lakukan tidak hanya bersifat represif dalam arti penindakan secara hukum, namun juga melalui langkah-langkah persuasif, preventif atau pencegahan, bahkan juga secara pre-emtif yakni dengan melakukan evaluasi terhadap Perda-Perda tertentu”, pungkas Sunarto menutup perbincangan.   (AK/P3)

2 thoughts on “SEMESTER I 2014, SATPOL PP SLEMAN SIDANGKAN 184 PELANGGAR PERDA”
  1. Kepada Yth BUPATI SLEMAN
    Orang Dinas Pol PP Sleman suka minta uang pada para pengusaha atau pemilik usaha, baik yang besar ataupun kecil, juga main beking.
    terlalu tidak punya malu kalian !! sudah punya gaji malah masih ngompas orang.
    Mohon pak Bupati menindak dngan tegas sbab ini telah lama terjadi sampai sekarang.
    Terima kasih untuk pak Bupati untuk segera ditindak. Ketua Pol PP bisa jadi juga nikmati uang haram itu. Mereka memalukan Pemda sleman

    1. Terima kasih Bpk. Kukuh atas perhatian dan masukannya. Kami mohon maaf jika dalam pelayanan masyarakat masih terdapat kekurangan kami. Dan selanjutnya, kami tetap mengharapkan peran serta Bapak apabila mendapati personel Satpol PP Kab. Sleman yang melakukan kegiatan di luar tugas dan wewenangnya untuk segera dilaporkan kepada kami melalui alamat surat maupun email yang tertera pd banner web ini. Kami menjaga kerahasiaan pelapor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *