ANIMAL RESCUE DAMKAR SLEMAN

Seksi Operasional dan Investigasi Kebakaran di Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Sleman menerima lebih dari sepuluh laporan permintaan evakuasi ular , evakuasi sarang tawon maupun evakuasi kucing yang tercebur ke sumur maupun terjebak di antara dinding bangunan sempit selama satu bulan  terakhir. Salah satunya laporan untuk mengevakuasi ular jenis Lycodon Capucinus atau ular genteng di Dusun Jodag, Sumberadi, Mlati, Sleman.

Rata-rata evakuasi ular dilakukan di rumah maupun pekarangan rumah waga Sleman. Salah satu anggota Seksi Ops Damkar di  Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Sleman, Sumarjono, membagikan informasi tersebut.

Biasanya, ungkap dia, anggota Damkar akan menyisir lokasi yang dicurigai warga menjadi sarang ular. Rata-rata ular kayu, ular cicak, ular hijau dan bahkan ular sanca kembang yang panjangnya bisa mencapai 4 meter.

Ular tersebut, kategori tidak berbisa, kecuali apabila ular hijau dengan ekor silver atau merah. Dua ular hijau dengan ekor berwarna itu berbisa.

Proses penangkapan mengacu standar. Mereka akan menggunakan hook untuk menangkap ular biasa atau tidak berbisa. Bahkan, bisa jadi hanya menggunakan tangan kosong. “Jadi dikenali dulu jenis ular apa. Kan ada yang tidak berbisa, berbisa menengah, atau tinggi. Kalau bisa tinggi ya safety maksimal. Misal, pakai sarung tangan, helm dengan kaca depan atau kacamata dan menggunakan alat penjepit/hook, Itu kalau menangkap kobra jawa,” jelas dia.

“Paling banyak permintaan rescue itu awal tahun. Ular kan bertelur sekitar Oktober dan November lalu Desember dan Januari menetas. Satu ekor ular rata-rata bertelur 15 hingga 20 butir. Dan itu pasti menetas. Paling satu atau dua telur yang gagal menetas. Ular akan mencari lokasi dengan suhu tertentu untuk bertelur. Salah satunya di rumah,” ungkap Staf Seksi Ops dan Investigasi Damkar  tersebut.