• 26 November 2020 2:16 am

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman 55511 Telp. 0274-868506 Faks.0274-868506

19 DESEMBER = HARI BELA NEGARA

Sejak 18 Desember 2006 melalui Keputusan Presiden nomor 28 Tahun 2006, setiap tanggal 19 Desember diperingati sebagai Hari Bela Negara. Penetapan tanggal tersebut mengacu peristiwa di Sumatera Barat pada 19 Desember 1948, dimana saat itu atas prakarsa Kabinet Hatta mengeluarkan mandat kepada Mr. Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) guna melanjutkan dan mempertahankan status Pemerintah Pusat RI setelah pendudukan Belanda atas Yogyakarta (waktu itu sebagai Ibukota Negara) melalui agresi militernya.

PDRI menjalankan fungsi sebagai counter melawan gembar-gembor pihak Belanda yang selalu menginformasikan bahwa Soekarno dan pemerintahannya telah menyerah dan ditawan, hal ini berakibat pada potensi perlawanan tentara dan rakyat pada posisi tidak menentu karena patahnya komando tertinggi. Namun, berkat gigihnya strategi dan perjuangan untuk mempertahankan NKRI, perjuangan PDRI sampai ke telinga dunia internasional yang akhirnya keluar kecaman dunia terhadap aksi agresi militer Belanda ini. Akibat tekanan dunia internasional tersebut, Belanda pun terpaksa harus melayani ajakan perundingan dengan Pemerintah Indonesia yang pada akhirnya menghasilkan perjanjian Roem-Royen.

Indonesia mungkin tidak akan berdiri hingga saat ini bila PDRI tidak dibentuk segera waktu itu. Patutlah kita menghargai sumbangan pemikiran, tenaga dan segenap kemampuan para pahlawan yang tidak berhenti berjuang meski nasib sebuah bangsa sedang di ujung tanduk. Hal yang perlu diperhatikan, bahwa kehadiran PDRI bukan untuk menciptakan dualisme pemerintahan atau kepemimpinan tetapi lebih dari itu untuk saling mendukung, menyokong dan menguatkan posisi Indonesia dalam semangat menjaga keutuhan NKRI. Semangat perjuangan untuk meletakkan kepentingan bangsa dan negara serta melindungi segenap masyarakat dan tumpah darah Indonesia harus kita jaga, jangan untuk saling menjatuhkan, menyerang bahkan membunuh sesama warga negara Indonesia sendiri. Tidak ada salahnya kita saling menghargai, saling bahu membahu memberikan semangat demi perjuangan dan kemajuan nasib kita, nasib bangsa dan negara kita, Republik Indonesia.

Sleman, 19 Desember 2013.

Adi Susetyo Kurnianto, S.STP (Kasi Pengembangan Potensi Satpol PP Kab. Sleman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *