• 26 November 2020 2:48 am

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman 55511 Telp. 0274-868506 Faks.0274-868506

SatPol PP Sleman sisir peredaran miras ilegal di perbatasan

Kemarin SatPol PP Sleman kembali menggelar Operasi Penyakit Masyarakat.
Pada operasi tersebut (Selasa, 16 Oktober 2014), Satpol PP Sleman berhasil menyita 47 botol miras dari dua titik lokasi di sekitar Kecamatan Kalasan.

Kasi Operasional Trantib menyatakan Operasi ini difokuskan wilayah pinggiran, dimana wilayah pinggiran/ perbatasan daerah sering kali jarang terpantau oleh aparat. Kasi Ops menambahkan Selain untuk menekan peredaran minuman beralkohol ilegal juga sebagai upaya menciptakan kondisi diwilayah Sleman agar tetap kondusif. Operasi miras merupakan wujud nyata Penegakan Perda Kabupaten Sleman No. 8 Th 2007 tentang Pelarangan Pengedaran, Penjualan Dan Penggunaan Minuman Beralkohol di Wilayah Kabupaten Sleman. Selengkapnya klik disini Perda Miras Sleman.

Berkaitan dengan Razia Minuman beralkohol tersebut Kabid Trantib Satpol PP Sleman, Fatoni Budi Prabowo menjelaskan bahwa Pihaknya sering menerima informasi dari masyarakat baik lewat telepon, maupun surat. menindak lanjuti aduan warga tersebut SatPol PP Sleman selama seminggu menerjunkan tim Pulbaket untuk menyelidiki toko/warung yang diindikasikan menjual miras secara ilegal. setelah diketemukan bukti bahwa toko/warung tersebut menjual/mengedarkan miras tanpa ijin barulah diterjunkan tim untuk mengadakan operasi penyakit masyarakat khususnya penjualan miras ilegal.

Dibagian lain Kepala Bidang Penegakan dan Perundang-Undangan Satpol PP Sleman, Sunarto, mengaku timnya sudah menggelar operasi miras sebanyak dua kali pada awal oktober ini. beliau menambahkan dijadwalkan para penjual miras ilegal akan disidangkan di PN Sleman besok Jum’at 17 Oktober 2014 jam 10.00 Wib untuk menjalani sidang tipiring.

Terkait hukuman denda yang diberikan bagi pelaku, Sunarto mengatakan jumlahnya saat ini sudah lebih tinggi, kita minta hakim memberikan denda maksimal, Sekarang rata-rata Rp2,5 juta. Terakhir kemarin ada yang didenda sampai Rp6 juta,” ucapnya.

Dia menambahkan, sebelumnya denda yang diberikan hanya Rp500.000 hingga Rp1,5 juta. Besarnya denda disebut Sunarto mempengaruhi tingkat efek jera pada pelaku. “Jika vonisnya lebih kecil dari keuntungan yang didapatkan, saya kira mereka tidak akan jera,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *