Sleman – Melihat data kasus kebakaran di Kabupaten Sleman akhir-akhir ini, banyak terjadi kebakaran lahan. Kebakaran lahan bisa terjadi karena faktor alam, seperti sambaran petir yang mengenai pohon kemudian apinya menyebar menimbulkan kebakaran ataupun karena faktor cuaca yang sangat panas. Namun, sering kali kebakaran itu juga terjadi akibat ulah manusia seperti membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan dan juga pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan pembakaran lahan demi tujuan dan kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampaknya bagi sekitar.

Kebakaran lahan berdampak buruk bagi lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya. Masyarakat yang tinggal di sekitar lahan harus menghirup asap berbahaya bagi kesehatan, jarak pandang terbatas yang berisiko terjadi kecelakaan di jalan, serta aktivitas dapat terhambat.

Tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk dapat memadamkan lahan yang terbakar. Sadar akan pentingnya menjaga lahan demi kelangsungan hidup bersama, minimal kita harus memiliki pengetahuan tentang cara-cara untuk mencegah agar tidak terjadi kebakaran lahan yang dapat merugikan banyak pihak. Bukan hanya tugas pemerintah, masyarakat juga harus berinisiatif dan ikut bertindak dalam hal pencegahan tersebut.

Untuk mengantisipasi segala risiko, berikut tips mencegah kebakaran lahan:
- Hindari membakar sampah di lahan, terutama saat angin kencang dan panas terik. Angin yang bertiup kencang akan berisiko menyebarkan kobaran api dengan cepat dan menyebabkan kebakaran.
- Tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kebun atau lahan, apalagi jika masih menyala yang berisiko memicu terjadinya kebakaran.
- Tidak membuat api unggun di area yang rawan terjadi kebakaran.
- Setelah selesai melakukan pembakaran, pastikan untuk mengecek api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat itu. Perhatikan juga tidak ada barang-barang yang mudah terbakar di sekitarnya.
- Penting untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan.
- Melakukan pengawasan terhadap titik rawan kebakaran, terutama pada daerah yang kering.
- Menyiapkan peralatan untuk memadamkan api jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran lahan.
- Melakukan patroli dan pengawasan rutin pada tempat-tempat yang memang rawan terjadi kebakaran, terutama saat musim kemarau.
- Menyediakan tempat penampungan air di titik-titik rawan kebakaran untuk mempermudah mencari air jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
- Penyuluhan ke masyarakat. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan bahaya kebakaran lahan yang berdampak buruk bagi banyak pihak.
- Siap siaga jika terjadi kebakaran. Segera memberitahu warga dan pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.
