Waspada Ular Masuk Rumah dan Pekarangan, Ini Tipsnya

Kemunculan ular di permukiman beberapa kali dilaporkan terjadi di beberapa daerah, begitu juga di Kabupaten Sleman. Ular yang ditemukan bervariasi, mulai dari anak ular kobra yang baru menetas hingga yang berukuran lebih dari dua meter dan beberapa jenis ular lain seperti ular kayu, ular sawa bajing dan ular sanca kembang yang ukurannya bisa mencapai lebih dari 5 meter.

Petugas Damkar berhasil mengevakuasi ular berjenis sanca kembang dengan panjang kurang lebih 5 meter, yang berada di permukiman warga

Menurut Keterangan Kepala seksi Operanional dan Investigasi kebakaran beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah ular masuk di area tempat tinggal diantaranya adalah :

  1. Hilangkan tumpukan barang bekas

Ular kerap bersembunyi, menetap, dan berkembang biak di tumpukan barang bekas. Ular gemar hidup di tumpukan barang bekas, seperti kayu, kertas, dus, batu, serta perabotan rumah tangga yang sudah tidak terpakai. Oleh karena itu, hilangkan tumpukan barang bekas yang sudah tak terpakai

2. Tutup lobang yang memungkinkan dilewati ular masuk kerumah

Tutup lubang yang terbuka karena dapat dijadikan akses ular untuk mengejar mangsanya seperti tikus. Lubang-lubang juga dapat dijadikan akses ular untuk masuk ke dalam halaman dari luar serta dapat dijadikan untuk menetaskan telurnya. “Ingat, ular tidak dapat membuat lubang,” kata Ka. Sie Ops Damkar

3. Potong dan buang potongan rumput dan alang-alang

Rumput ataupun alang-alang tidak boleh terlalu tinggi. Rumput yang tinggi dapat dijadikan ular untuk bersembunyi ataupun mengumpat serta menetap. Karena apabila ular ke tempat tersebut akan susah dicarinya. Selain itu, sebaiknya baiknya bekas potongan rumput atau alang-alang tersebut langsung dibuang atau ditimbun di lubang yang dalam agar tidak dijadikan tempat ular menetap dan bersembunyi.

4. Tutup saluran air dengan kawat nyamuk

Saluran air dijadikan akses ular masuk ke dalam ruangan ataupun pekarangan. Untuk itu, sebaiknya tutup saluran air dengan kawat nyamuk yang kuat. Sehingga kita dapat menutup akses ular untuk masuk ke dalam dari luar.

5. Perhatikan pintu dan jendela

Pintu ataupun jendela sebaiknya tidak selalu terbuka. Apabila pintu tidak rapat dengan ubin, sebaiknya tambahkan media agar tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan masuk oleh ular. Jendela sebaiknya diberikan terali serta kawat nyamuk yang kuat apabila terbuka akan aman.

7. Taruh sepatu di dalam dan terbalik

Sebaiknya sepatu diletakkan di dalam ruangan dan dalam posisi terbalik. Hal itu untuk mencegah ular mengumpat di dalam sepatu. “Sangat berbahaya sekali apabila ketika memakai sepatu ada ular di dalamnya,” kata Ka. Sie Ops Damkar.

9. Ular tidak takut garam dan kamper

Ular bersisik, bukan berlendir. Sisik ular itu seperti kuku manusia (waterproof), jadi ular tidak terpengaruh oleh garam. Kamper juga tidak berpengaruh karena kamper tidak memiliki bau yang menyengat.

10. Beri penerangan yang cukup Ular lebih cenderung suka di tempat yang gelap.

Ular tidak suka penerangan yang terang. “Sebaiknya berikan penerangan yang cukup di titik yang gelap agar ular tidak menetap dan berdiam diri.