Masyarakat Kabupaten Sleman pasti sudah tak asing lagi jika mendengar peristiwa kericuhan yang terjadi beberapa hari lalu di Area Ruko Babarsari, Caturtunggal, Depok. Walaupun perseteruan tersebut sampai saat ini belum diketahui pasti kapan usai, namun situasi di lapangan mulai kondusif. Kondisi area sekitar saat ini cukup memprihatinkan, banyak puing-puing dari ruko yang terkena dampaknya membuat masyarakat tak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Mulai dari pecahan kaca, besi, dan material lainnya berserakan di tempat.
Oleh karena itu, pada Selasa (05/07/2022) petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Sleman, instansi terkait, anggota TNI/POLRI, serta beberapa relawan dari masyarakat melakukan kegiatan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing akibat kericuhan yang telah terjadi.
Diawali dengan apel yang dipimpin oleh Sekretaris BPKAD Kabupaten Sleman, Abu Bakar menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembalikan rasa aman di komplek Babarsari. “Pemerintah Kabupaten Sleman juga akan memberikan pendampingan trauma healing untuk memulihkan psikis agar masyarakat bisa segera beraktivitas dan berusaha kembali di ruko tersebut.”, imbuh Abu.
Tak lama setelah apel dilaksanakan, petugas gabungan mulai membersihkan area sekitar. Walaupun ada beberapa material yang memang sulit untuk dibersihkan seperti kaca, besi, dan lain sebagainya, petugas tak mudah menyerah. Puing-puing tersebut dikumpulkan lalu dimasukkan ke dalam armada yang telah dipersiapkan untuk mengangkutnya. Jumlah total ruko yang terdampak dari kericuhan adalah 15 ruko. Adapun beberapa kendaraan bermotor yang juga ikut hancur.

Selang beberapa jam petugas gabungan melakukan kerja bakti, petugas mulai meninggalkan ruko yang telah dibersihkan. Kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.

Sri Madu Rakyanto selaku Plt. Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman yang turut terjun langsung ke lapangan menyampaikan “Tujuan besih-bersih ini dilakukan dalam rangka mengurangi rasa trauma masyarakat untuk melintas area Babarsari, agar mereka bisa lalu-lalang seperti biasa, seperti sebelum terjadi kerusuhan.” “Akan kami imbau masyarakat bahwa tidak ada kembali kerusuhan dan Jogja aman untuk siapa saja.” ujar Sri Madu. (NF)

