Permintaan Membludak, Antrean Panjang Penanganan Sarang Tawon di Sleman

Menjelang akhir tahun 2022 ini, permintaan eksekusi sarang tawon membludak sehingga membuat pemohon harus mengantri untuk mendapatkan pelayanan penanganan sarang tawon baik di rumah maupun yang berada di sekitar pemukiman.

Yang dipahami oleh masyarakat luas, penanganan sarang tawon merupakan tugas dari pemadam kebakaran, tak hanaya sarang tawon bahkan ada tokek di dalam rumahpun warga telepon petugas untuk menangkapnya. Lalu sebenarnya apa saja yang menjadi tugas pokok fungsi pemadam kebakaran?

Seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Kebakaran adalah Pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban kebakaran yaitu :

  1. layanan respon cepat penanggulangan kebakaran
  2. layanan pelaksanaan pemadaman dan pengendalian kebakaran
  3. layanan penyelamatan dan evakuasi
  4. layanan pemberdayaan masyarakat/relawan kebakaran
  5. layanan pendataan, inspeksi dan investigasi pasca kebakaran

lalu bagaimana kedudukan penanaganan sarang tawon?

Selain layanan dasar tersebut diatas terdapat layanan penunjang yang merupakan tugas tambahan bagi Pemadam Kebakaran salah satunya adalah penanganan sarang tawon. Dengan jumlah personel yang terbatas , maka Damkar sleman lebih memprioritaskan untuk melaksanakan kegiatan yang menjadi Tugas utama dari pemadam kebakaran.

Staf Seksi Operasional dan Investigasi Kebakaran Heru sapto menjelaskan, dalam semalam petugas rata-rata dapat melaksanakan eksekusi sarang tawon di 3 titik. Namun karena permintaan yang sangat banyak dan eksekusi hanya dapat dilaksnakan pada malam hari, masyarakat harus mengantri untuk dapat di tindak lanjuti permintaanya.

“Sampai awal desember kemarin suadh lebih dari 300 permintaan eksekusi sarang tawon yang di tangani, banyaknya kegiatan pengamanan, dan kegiatan yang menjadi tupoksi Damkar, maka untuk kegiatan penunjang kami lebih memprioritaskan kejadian yang memngancam /membahayakan nyawa manusia. Sehingga masyarakat harus sabar” ungkap Heru.

Heru menjelaskan bahkan ada beberapa pihak yang mengancam akan mem-viral-kan karena harus menunggu 3 sampai 5 hari untuk dapat dilakukan eksekusi. “iya ada orang yang paginya nelpon ada sarang tawon dirumah, trus sama petugas di kasih tau bahwa antriannya banyak dan hanya dapat dilakukan pada malam hari, pelapor tersebut malamnya nelpon lagi kok nggak segera ditangani, sambil ngancam akan memposting di media sosial” jelas Heru.

Petugas Damkar mengamankan sarang tawon vespa do kantor BKPP Sleman

“jumlah personel yang jaga setiap shift nya hanya 12 orang sedangkan dalam sehari kami dapat laporan tidak hanya sekali, apalagi permintaan evakuasi ular masuk rumah yang kadang sehari sampai lebih dari 4 kali dan tak kenal waktu, belum lagi penanagan kebakaran, jadi kami mohon ya bersabar” lanjut Heru.

Petugas Damkar Sleman tetap berusaha memaksimalkan upaya penanagan sarang tawon yang dilaporkan warga masyarakat, namun dengan keterbatasan jumlah personel pihaknya juga meminta pengertian dari masyarakat jika permintaanya tidak langsung ditangani saat itu juga.