Hotel Terbakar, Petugas Damkar Dapati Sarana Proteksi Kebakaran Gagal Fungsi

Kebakaran kembali terjadi. Kali ini kebakaran melanda Hotel Colombo Jalan Raya Solo, Glondong, Tirtomartani,Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Kamis (7/07/2022). Api mulai membakar salah satu ruangan di lantai 5 hotel sekitar pukul 13.30 WIB.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman yang mendapat laporan kebakaran tersebut segera menerjukan personil dengan 2 unit mobil Damkar ke lokasi. Sampai di lokasi, petugas mendapati kebakaran sudah semakin besar dan semua karyawan hotel sudah berhasil keluar dari bangunan.

Kebakaran yang terjadi di lantai 5 sedikit menyulitkan petugas karena Siamese Connection tidak bisa digunakan sehingga petugas harus menyambung selang lebih dari 8 selang untuk bisa mencapai titik api. Pekatnya asap juga membuat petugas harus menggunakan alat pelindung pernafasan.

Dukungan tambahan alat pelindung pernafasan SCBA berikut kompressor di kirimkan ke lokasi sebagai antisipasi jika kebakaran semakin meluas. Namun sebelum tambahan sarpras pendukung tiba dilokasi petugas yang melakukan pemadaman sudah memberikan status hijau yang berarti api sudah dapat dikuasi. Petugas Damkar Sleman dibantu Damkar Kota Jogja, Damkar Bantul dan Damkar UGM dalam melakukan penanganan.

Belum diketahui penyebab kebakaran yang melanda hotel tersebut. Api membakar ruangan kamar yang difungsikan sebagai gudang tempat menyimpan kasur dan bantal di sudut ruangan hotel di lantai 5.

Berdasaran keterangan petugas yang melakukan pemadaman Muhhamad Ikhsan, Hidran Kebakaran hotel tersebut tidak dapat digunakan. “hidrannya tidak bisa keluar air jadi harus ngolor-olor selang ” ungkapnya.

“informasi dari karyawan tadi alarmnya juga tidak bunyi, trus saat kami buka box hidran yang di dekat titik api ternyata airnya tidak keluar lalu saya minta petugas yang dibawah bawa selang” tambahnya.

Salah satu inspektur kebakaran Heru yang juga ke lokasi kebakaran membenarkan bahwa terdapat kegagalan fungsi sarana proteksi kebakaran pada bangunan hotel tersebut. Pada bangunan hotel sudah terdapat jaringan hidran, sprinkler, dan sistem alaram kebakaran. “Seharusnya jika semuanya berfungsi dengan baik , kebakaran bisa diantisipasi sejak awal dan tidak banyak menimbulkan kerugian” ungkapnya. Heru yang mendampingi Kepala Seksi Operasional dan Investigasi Kebakaran meninjau lokasi kebakaran mendapati beberapa titik sprinkler pecah namun tidak ada tanda-tanda adanya bekas curahan air, beberapa titik detektor juga diketahui meleleh karena paparan panas. Heru juga menambahkan Letak box hidran persis didepan pintu kamar yang terbakar seharusnya memudahkan petugas dalam melakukan penanganan namun karena siamese tidak dapat digunakan sehingga petugas harus menggunakan selang pemadam kebakaran.

Selain itu, Heru juga menambahkan jika ada perubahan fungsi ruangan seharusnya sarana proteksi kebakaran juga disesuaikan supaya dapat bekerja secara optimal. “di kamar yang kebakar letak kepala sprinkler berada diatas plafond menggunakan tipe pendent tapi dipasangnya mendatar, sudah diatas plafond , dipasang nya nggak seuai nggak keluar air lagi ” jelasnya.

Sarana proteksi kebakaran memang merupkan investasi yang sering luput dari perhatian, karena harganya mahal dan di pasang dengan tujuan untuk tidak sampai digunakan. Namun Pemadam kebakaran menghimbau supaya para pengelola bangunan gedung tetap melengkapi sarana proteksi kebakaran sesuai persyaratan yang ditentukan.