Cegah Tawuran Pelajar, Satpol PP Sleman adakan Goes To School

Sleman,- Maraknya kasus tawuran  antar remaja  dan Klitih di kota yogyakarta yang sangat meresahkan masyarakat  khususnya di Sleman , Satuan Polisi  Pamong Praja Kabupaten Sleman  menggalakkan program Satpol PP Goes To School. Program ini sebetulnya sudah dilaksanakan pada tahun 2022 kemarin, namun tingkat kerawanan di tingkat pelajar  untuk tawuran meningkat ditambah yang sedang hangat dan viral “klitih” yang tidak hanya merampas harta benda  namun nyawa juga menjadi taruhannya. Maka pada Tahun 2023 Progam Goes To  School kembali di selenggarakan dan akan menjadi agenda rutin di Satpol PP Kabupaten Sleman .

Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, bahwa program Satpol PP Goes to School menyasar kepada para pelajar SMP dan SMA. Program ini salah satunya sebagai upaya untuk mecegah  terjadinya tawuran antar pelajar sekolah juga  bertujuan memberikan edukasi kepada para pelajar, khususnya dalam upaya perlindungan terhadap anak sekaligus menciptakan ketentraman dan ketertiban di Kabupaten Sleman. Dalam program tersebut, Shavitri menjelaskan, bahwa jajaran Satpol PP  Kab.Sleman terjun langsung ke setiap sekolah untuk memberikan sosialisasi kepada para siswa. Sosialisasi itu terkait dengan kegiatan negatif yang dapat berpotensi melanggar hukum. “Sasaran kita menyampaikan sosialisasi terkait dengan pemahaman mereka terhadap peraturan”, ujarnya.

petugas sedang memberikan arahan dan masukan kepada siswa-siswa

Kamis(16/3/2023) Satpol PP Goes to School  kali ini menyambangi SMP N 3 Mlati  dan SMP Muhammadiyah 1 Mlati dengan menggandeng dari instansi terkait hingga jajaran samping. Di antaranya, Kodim 0732 Sleman,  Binmas Polres Sleman, Dinas Pendidikan kabupaten Sleman, Badan Narkotika Nasional Kabupaten ( BNNK ) Sleman,  Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3 AP2 KB Sleman), serta  Jawatan Keamanan Kapanewon. Kegiatan ini dimulai dari berkoodinasi dengan pihak sekolah dan guru kelas kemudian petugas di arahkan untuk memberi pembinaan dan  memeriksa baik siswa maupun barang bawaan siswa.Dari hasil kegiatan masih banyak ditemukan beberapa siswa yang menyimpan konten Vidio porno di HP dan tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan seperti obat-obatan terlarang  atau grup didalam HP yang mencuri perhatian. Siswa yang kedapati menyimpan vidio porno diberikan pembinaan dan pemahaman oleh petugas.

Para petugas sedang melakukan pemeriksaan terhadap siswa-siswa

Di akhir acara sosialisasi, Shavitri menyampaikan agar “para guru dapat meneruskan kepada orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya. Sebab, keamanan dan perlindungan anak itu juga menjadi tanggung jawab bersama. “Jadi menjadi tanggung jawab semuanya. Baik itu pemerintah, orang tua, guru, maupun lingkungan harus saling membantu dalam rangka melindungi anak dan menciptakan ketentraman dan ketertiban, anak-anak harus diberi kasih sayang baik saat di rumah, sekolah, serta lingkungannya,” pungkas dia.(nb)