• 24 October 2020 12:58 pm

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman 55511 Telp. 0274-868506 Faks.0274-868506

Sejumlah 781 Orang Terjaring Operasi KTP Satpol PP Sleman

  • Home
  • Sejumlah 781 Orang Terjaring Operasi KTP Satpol PP Sleman

Untuk kali kedua di tahun 2019 ini, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman kembali menggelar  Operasi Yustisi berupa Sidang di Tempat dengan melibatkan beberapa instansi terkait lain dalam rangka penegakan Perda Kabupaten Sleman Nomor 7 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, dilaksanakan pada hari ini, Rabu (13/2/2019), Jam 07.30 WIB s.d. 09.30 WIB. Lokasi di halaman depan kantor Kecamatan Godean, dengan sasaran warga masyarakat yang tidak membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk).

Selain sebagai bentuk penegakan Perda,  operasi  ini  juga menjadi  sarana sosialisasi Perda terkait KTP serta untuk mengingatkan kepada warga masyarakat betapa pentingnya kepemilikan KTP yg merupakan  identitas dasar untuk berbagai pengurusan dokumen lain, sehingga bersifat wajib dimiliki tiap penduduk.

Selain sejumlah 21 personil Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman, personil lain yang terlibat dalam operasi ini adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Sleman (11 personil), Korwas Polres Sleman (1), Kejaksaan Negeri Sleman (2), Pengadilan Negeri Sleman (4), Satpol PP DIY (2), Tramtib Kecamatan Godean (3), serta Polsek Godean Unit Lantas (6).

Kegiatan operasi ini dilakukan dengan cara menghentikan setiap pengendara roda dua yg melintas/melaju dari arah timur menuju barat arah pasar Godean. Kemudian oleh petugas kepolisian Unit Lalu-lintas mereka diarahkan masuk ke halaman kantor Kecamatan Godean guna diperiksa kepemilikan KTP’nya. Bila tidak dapat menunjukkan KTP, maka terhadap pengendara atau warga tersebut langsung dilakukan penyidikan saat itu juga oleh PPNS. Dan apabila dalam penyidikan ditemukan bukti kuat dugaan pelanggaran, maka selanjutnya mereka diajukan ke Sidang Tipiring (Tindak Pidana Ringan) di dalam bus sidang yg telah disiapkan di lokasi. Sedangkan bagi yang bisa menunjukkan KTP, maka bisa langsung melanjutkan perjalanannya tanpa disidik.

Warga/pengendara  yang terjaring sejumlah 781 orang. Dalam Sidang Tipiring dengan hakim tunggal Ikha Tina, S.H., M.Hum,  Jaksa Rina Wisata, S.H. dan Panitera Pengganti  Albertus Priyo Indarto, S.H., warga yang disidang dan dinyatakan bersalah  sejumlah 48 (empat puluh delapan) orang pelanggar karena tidak membawa/tidak bisa menunjukkan KTP. Pasal yang dilanggar adalah Pasal 24 ayat (7) yang berbunyi “Penduduk wajib membawa KTP pada saat bepergian”.

Mereka didenda paling rendah sebesar Rp 9.000,00 (sembilan ribu rupiah), denda paling tinggi Rp 19.000,00 (sembilan belas ribu rupiah) dan ada juga yang didenda sebesar 15.000,00 (lima belas ribu rupiah). Sedangkan biaya perkara masing-masing Rp. 1.000,00 (seribu rupiah).(AN)