• 26 November 2020 2:49 am

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman 55511 Telp. 0274-868506 Faks.0274-868506

Enggan Mengenakan Masker, Seorang Penjual Sate Diberi Edukasi, Akhirnya Mau Mengenakannya

Anom K

ByAnom K

Jul 17, 2020

 Tingkat kesadaran memakai masker di lingkungan pasar tradisional kian menggembirakan. Setidaknya itu tercermin saat Satuan Polisi Pamong Praja  Kabupaten Sleman melaksanakan edukasi dan pembagian masker di Pasar Rejondani, Sariharjo, Ngaglik, Sleman pagi ini Jumat (17/7/2020). Sebelumnya prosentase terbaik  yang tidak memakai masker 2,7% yakni di Pasar Setan Maguwoharjo. Namun prosentase di pasar ini lebih baik lagi yakni 2,4%.

Selain membagikan masker juga disampaikan edukasi agar tetap menerapkan protokol kesehatan terutama agar selalu memakai masker, menjaga jarak aman minimal 1 (satu)  meter, mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan air mengalir, serta membiasakan diri dengan pola hidup sehat.

Dibagikan sejumlah 500 (lima ratus) masker. Dari sekitar 700 (tujuh ratus) orang  terdiri penjual dan pembeli atau pengunjung hanya didapati 17 (tujuh belas)  atau sekitar 2,4% orang yang tidak memakai masker. Itu pun dari 17 orang tersebut,  12 orang diantaranya sebenarnya membawa  tapi  tidak dikenakan, hanya dikalungkan. 

Salah satu yang  hanya dikalungkan tersebut adalah seorang penjual sate, tidak dipakai secara sempurna, sehingga tidak menutupi bagian mulut dan hidungnya. Saat ditanya petugas mengapa tidak dikenakan, dijawab bahwa kalau memakainya menjadikan sulit bernafas. Selanjutnya oleh petugas diberi pengertian dan edukasi secara persuasif tentang manfaat dan bahayanya bila tidak mau mengenakan masker. Terkait sulitnya bernafas itu hanya masalah kebiasaan saja. Penjual sate tersebut bisa memahaminya,  dan akhirnya mau mengenakan masker .

Terhadap semakin tingginya tingkat kesadaran memakai masker di lingkungan pasar tradisional ini, Pelaksana tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Bapak Ir. Arip Pramana, MT menyatakan kegembiraan dan apresiasinya. Meskipun demikian  pemberian edukasi ke masyarakat harus terus dilakukan. “ Edukasi itu harus terus-menerus dilakukan. Sampai hal ini menjadi suatu kebiasaan. Apalagi kita sadar bahwa virus ini nyata-nyata masih ada di sekitar kita,” Demikian imbau Bapak Arip tanpa lelah.(AN)