Jalan Parasamya Beran Tridadi Sleman 55511 Telepon (0274) 868506, Faks.(0274) 868506, email: satpolpp@slemankab.go.id

February 2018
M T W T F S S
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  
masyarakat: Mohon ditindak tegas, industri tempe di lingkungan...
Rakyat Jelata: Selamat Malam Mohon ditertibkan... Wilayah s...
Albertus Nopi Wahyu Hidayat: Selamat sore Satpol PP Kab. Sleman. Saya mewakili ...
Nugraha adhy Nuryanta,S.Sos: Kepada Yth Kepala Satpol PP Kab. Sleman di Slem...
Akhmad Ali: Mohon dikirim sejarah Satlinmas ke email saya, Ter...
Bambang Herowono: Selamat siang, Mohon Peninjauan untuk jalan selok...
Nadia: Ada pedagang di pasar rejodani yang menimbun sampa...
Mita: Lapor pak di indomaret belakang upn sekelompok ana...
Set Kamar Bayi: maju terus kabupaten sleman, terimakasih....
Set Kamar Bayi: oke pak saya akan buang sampah pada temannya, ehh ...

There are no upcoming events at this time.

APAR ??

APA dan BAGAIMANA CARA MEPERLAKUKANNYA

Kali ini admin akan share tentang apa itu alat pemadam api ringan, terutama  jenis DCP dan penggunaanya. Karena terbukti banyak yang belum faham fungsinya, seperti kejadian kebakaran beberapa waktu yang lalu, ternyata korban mempunyai alat pemadam api ringan yang masih layak untuk digunakan akan tetapi tidak sempat atau bahkan  tidak tau cara menggunakannya.

APAR jenis DCP atau Dry Chemical Powder Merupakan kombinasi dari fosfat Mono-amonium dan ammonium sulphate. Yang berfungsi mengganggu reaksi kimia yang terjadi pada zona pembakaran, sehingga api padam. Dry Chemical powder juga memiliki titik lebur yang rendah dan pada partikel yang sangat kering serta membengkak untuk membentuk penghalang yang hingga oksigen tidak dapat masuk sehingga dapat menutupi area kebakaran (api), pada  akhirnya api tidak akan menyala dikarenakan pijakannya ditutupi oleh Dry Chemical powder.
APAR jenis DCP Merupakan media pemadam api serbaguna, aman dan luas pemakaiannya karena dapat mematikan api kelas A, B, dan C.
Dapat menahan radiasi panas dengan kabut (serbuk) partikelnya.
Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif).
Kimia kering tidak beracun (Non Toxic).
Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.

cara penggunaannyapun cukup mudah (lihat gambar).

 

Sejumlah 403 Orang Terjaring Operasi KTP

Rabu pagi tadi (14/2/2018), untuk kali pertama di tahun 2018, Satuan Polisi Pamong Praja   Kabupaten Sleman menggelar Operasi Yustisi Sidang di Tempat berupa Operasi Kartu Tanda Penduduk (KTP) di halaman depan kantor Kecamatan Depok, sebagai bentuk penegakan Perda Kabupaten Sleman Nomor 7 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

Operasi ini melibatkan Pengadilan Negeri Sleman, Kejaksaan Negeri Sleman, Polsek Depok Timur, Koordinator Pengawas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) dari Polres Sleman, Satuan Polisi Pamong Praja DIY, dan para PPNS Kabupaten Sleman. Personil dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman sendiri ada 18 orang personil. Total personil operasi sejumlah 35 orang.

Operasi tadi digelar hanya selama 1 jam, mulai pukul 08.00 WIB s.d. 09.00 WIB, dilakukan dengan menghentikan setiap pengendara sepeda motor yang melintas dari arah barat menuju timur di jalur lambat ruas Jalan Ring Road Utara. Pengendara yang bisa menunjukkan KTP bisa langsung melanjutkan perjalanannya, namun bagi yang tidak bisa menunjukkan KTP langsung disidang di tempat itu juga yakni di Bis Sidang yang telah disiapkan di lokasi.

Pasal 24 ayat (1) menyebutkan bahwa “Penduduk WNI dan orang asing yang memiliki izin tinggal tetap yang telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah kawin atau pernah kawin wajib memiliki KTP”. Ayat (2) “Orang asing yang mengikuti status orang tuanya yang memiliki izin tinggal tetap dan sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun wajib memiliki KTP”.

Selanjutnya di Pasal 25 ayat (1) disebutkan “Setiap penduduk sementara wajib memiliki KTP”. Ayat (2) “Setiap orang asing pemegang izin tinggal terbatas wajib memiliki SKPPS (Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Sementara) dan SKTT (Surat Keterangan Tempat Tinggal)”. Ayat (3) “Setiap orang asing pemegang izin tinggal tetap wajib memiliki SKPPT (Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Tetap), KK (Kartu Keluarga) dan KTP”.

Terkait ketentuan pidana, maka dalam Pasal 65 ayat (1) Perda No 7 Tahun 2009 ini disebutkan bahwa “Setiap orang yang melanggar ketentuan dalam Paal 24 ayat (1), Pasal 24 ayat (2), Pasal 25 ayat (1), Paal 25 ayat (2), atau pasal 25 ayat (3) diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah)”.

Sejumlah 403 orang pengendara sepeda motor terjaring dalam operasi ini, 49 orang di antaranya disidang. Oleh Hakim dinyatakan bersalah karena tidak bisa menunjukkan KTP. Di samping karena masih belum maksimalnya layanan pemerintah dalam pembuatan KTP Elektronik, Operasi ini juga masih bersifat pembinaan, sehingga besarnya denda masih jauh di bawah ketentuan sebagaimana tertuang dalam Pasal 65 Perda Kabupaten Sleman Nomor 7 Tahun 2009. Menurut Perda denda maksimal bisa mencapai Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah), namun seluruh pelanggar hanya didenda Rp. 9.000,00 (sembilan ribu rupiah) dan biaya perkara Rp. 1.000,00 (seribu rupiah). Dengan adanya operasi ini, diharapkan masyarakat lebih sadar arti pentingnya memiliki KTP. (AK)

 

SIAPKAH KITA JIKA TERJADI KEBAKARAN? KEBAKARAN BISA TERJADI KAPAN SAJA,DIMANA SAJA

Ciptakan Lingkungan yang Aman dari Bahaya Kebakaran!!

Banyak kebakaran sudah terlambat untuk dipadamkan karena terlambat menghubungi petugas disamping itu korban kurang begitu mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran. lingkungan sekitar terlalu padat. Jalan terlalu sempit untuk dilalui mobil pemadam kebakaran dan sumber air sulit didapatkan. Untuk menciptakan lingkungan yang aman, berarti  lingkungan juga harus mempersiapkan diri jika terjadi kebakaran. Lingkungan sekitar perlu dirapikan sehingga apabila ada kondisi darurat dengan mudah dicapai oleh mobil pemadam kebakaran, ketahui lokasi pemadam kebakaran terdekat berikut nomor telephon yang bisa dihubungi, dan apabila ada hydrant disekitar perlu dicheck apakah masih berfungsi. Lingkungan yang aman bisa terwujud apabila warga sekitar memiliki kesadaran akan keselamatan. Berikut ini cara penyelamatan diri jika terjadi kebakaran di rumah :

  1.  Buat rencana penyelamatan diri bersama dengan keluarga, dengan menentukan sedikitnya dua jalur keluar dari setiap kamar. Ini bisa melalui pintu ataupun jendela, jadi perhatikan apakah teralis rumah akan mengganggu rencana ini. Buatlah denah penyelamatan diri di rumah bersama dengan keluarga.
  2.  Persiapkan lampu senter di dekat tempat tidur.
  3.  Saat kebakaran, sebenarnya asap yang membuat orang menjadi panik dan tidak dapat bernafas dengan leluasa. Merangkaklah atau merunduk di bawah, tutup mulut dan hidung dengan kain yang dibasahi.
  4.  Keluarlah dari pintu atau jendela yang terdekat menuju ke tempat yang aman. Pastikan bahwa pintu dapat dengan cepat dibuka pada kondisi darurat, demikian pula jika harus melalui jendela.
  5.  Apabila terjebak api, pastikan balut tubuh anda dengan selimut tebal yang dibasahi. Ini hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir apabila tidak ada jalan lain kecuali menerobos kobaran api.
  6. Apabila sudah bisa menyelamatkan diri segera minta bantuan warga sekitar dan hubungi petugas Pemadam Kebakaran.

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.